Postingan

Kuliah Sambil Kerja?

Gambar
Hai, setelah lama vacuum aku akan kembali membahas pengalaman aku selama kurang lebih 2 tahun ini. Yap, menempuh studi S1 sembari bekerja. Sejak semester 3 lalu, aku mencoba peruntunganku di dunia kerja. Walaupun hanya 'ngajar les' di sore hari seusai jam kuliah. Di kota perantauanku, Bumi Bung Karno, aku mendulang banyak hal selain menempuh studiku di PP3 Universitas Negeri Malang. Kuliah dengan title mahasiswa Bidikmisi dan mendapatkan subsidi biaya hidup sebesar Rp 600.000 setiap bulannya mengharuskanku mengelola uang dengan baik untuk keperluan kos, tugas-tugas, dan lain sebagainya. Sehingga, aku memutuskan untuk mencari kerja. Ya, aku bekerja di salah satu bimbingan belajar di kota Blitar. Di sana, ribuan ilmu aku dulang dengan cuma-cuma tentang aplikasi ilmu yang aku terima selama kuliah, bagaimana mengajar yang baik serta membuat anak didik nyaman dengan guru. Di sisi lain, aku pun mendapatkan pemasukan tambahan yang cukup untuk membuatku berkata, "aku bis...

Erina Budi Purwantiningsih, Salah Satu 75 Penulis Teraktif FAM Indonesia 2018

Gambar
Erina Budi Purwantiningsih lahir di Kediri, 18 November 1997. Dan kini sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Malang Prodi S1 PGSD. Beberapa karyanya penah dibukukan antara lain Puisi Wasiat Secawan Kopi dalam buku antologi puisi “Aquarium dan Delusi” yang diterbitkan oleh Bebuku Publisher tahun 2016, puisi Diorama Malam dan Langkahmu di Ujung Senja dalam buku “Diorama Malam” yang diterbitkan Oase Pustaka tahun 2016 dan esai dengan judul Bangkit dari Belaian Zaman yang masuk dalam buku antologi esai “Membangun Indonesia Berkarakter” yang diterbitkan oleh FAM Publishing tahun 2014. Maret 2017 lalu, buku tunggal pertamanya dengan judul Panorama Cinta terbitan FAM Publishing juga telah di launching. Buku keduanya berjudul Partitur Lokapala Cinta juga telah terbit oleh Ellunar Publishing. Untuk mengenalnya lebih lanjut hubungi IDLine/Ig @erinabudi_ Salam sastra! [FAM] sumber: famindonesia.com

TERUNTUK KAU YANG DATANG DI SAAT PANDANGKU MULAI SURAM

suatu ketika, dunia menamparku untuk membuatku bangkit, katanya ah, dunia tiada lagi menjaga pilar kendalinya tak lagi sudi memberi peneduh kala aku runtuh tak lagi sedia menyangga kala kalah berlaga ah, kita begitu naif aku tiada berlari, tiada pula membangun kembali nyata duniaku terlalu kosong untuk menjejak, apalagi bersinggah langit kembali mengumbar terangnya, mengupas elegi tinggal belulang ah, aku ingin berlindung padamu bermandikan rona cerahmu Kediri, 2018 Tentang diriku, hatiku, dan aku Erina B. Purwantiningsih // @erinabudi_ 

Menambal Mental Keropos Mahasiswa

Gambar
“Menjadi mahasiswa adalah menjadi tulang punggung bangsa. Jika keropos, runtuhlah negara.” Erina B. Purwantiningsih Mahasiswa pada dasarnya adalah kaum intelektual idealis yang “kelahirannya” menjadi tonggak laju kehidupan. Bukan hanya sekedar mengejar ilmu di bangku perkuliahan demi karir cemerlang, namun juga sebagai perombak paradigma masyarakat. Masih sering kita dengar bahwa pendidikan bukanlah hal utama dalam pencapaian ke arah lebih baik dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Mengingat kian terangnya kasus yang didalangi rayap-rayap berdasi dalam merong-rong negeri sendiri. Dan dalangnya tiada lain adalah mantan mahasiswa. Nama ‘mahasiswa’ kembali dipertaruhkan esensinya. Melihat realita mahasiswa yang dipuja sebagai tonggak kemajuan suatu bangsa sampai saat ini masih menjadi pertanyaan bagi masyarakat luas, tidak terlepas dari wilayah Kota Patria, Blitar Raya. Bukankah suatu keharusan bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam kontrol kebijakan yang di...

SEKILAS BATAS PENDIDIKAN DI S1 PGSD UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Gambar
(Artikel ini dipublikasikan oleh intipjurusan.com pada Desember 2017) Salam dari pelurus generasi penerus! Sebelumnya, perkenalkan nama saya Erina Budi Purwantiningsih. Saya mahasiswi PGSD Universitas Negeri malang angkatan 2015. Seperti ulasan jurusan serta kampus yang ditulis teman-teman sebelumnya, kali ini saya akan sedikit membuka pintu pengetahuan kalian mengenai prodi saya yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Malang. Apa itu prodi PGSD? Bagaimana prospek kedepannya? Serta beberapa bahasan lain yang semoga memberikan bantuan wawasan bagi rekan-rekan yang akan mengambil prodi ini selanjutnya. So, lets open your mind. Offering F5 PGSD UM saat kegiatan porseni Blitar, Jatim: Universitas Negeri Malang adalah sebuah universitas Negeri di kota malang Jawa Timur. Selain memiliki kampus induk yang megah di Jalan Semarang No. 5 atau yang lebih akrab kampus ngarepe matos karena memang berdiri di depan sebuah mall besar di jantung kota Malang, Universitas Negeri Mal...

Panorama Cinta, Sebuah Catatan Amatan Sosial Erina Budi Purwantiningsih

Gambar
Maret 2017 lalu, Forum Aishiteru Menulis Indonesia atau yang lebih dikenal dengan FAM Indonesia, menggelar gebyar launching 60 buku terbitan FAM Indonesia. Acara yang digelar di perpustakaan daerah Kabupaten Kediri di kota Pare yang dibarengi dengan lomba baca puisi siswa SMP/Mts sederajat se Kabupaten Kediri terbilang cukup meriah. Pembacaan puisi yang menarik dan sangat total oleh para peserta membuat pengunjung bertepuk riuh. Pelaksanaan launching buku ada di sela-sela pembacaan lomba puisi. Salah satu buku yang diluncurkan adalah Panorama Cinta karya Erina Budi Purwantiningsih (ig: @erinabudi_). Erina adalah mahasiswa PGSD Universitas Negeri Malang tahun 2015. Kecintaannya pada dunia literasi semenjak bangku SMA. Erina Budi Purwantiningsih saat menyampaikan sekilas tentang bukunya "Panorama Cinta" "Panorama Cinta adalah buku tunggal pertama saya. Terima kasih kepada FAM yang telah menerbitkannya. Buku ini terinspirasi dari amatan sosial di sekitar saya tentang...

Catatan Perjalanan Erina: KA Penataran Pagi Itu

Gambar
Hari ini aku harus kembali menuju patria raya. Tugasku mengisi materi kepenulisan puisi dalam diklat MP3 FIP UM 2017 telah purna. Seperti biasa, daripada memilih naik bis aku lebih condong pada kereta api yang lebih nyaman dan aman, bagiku. Aku sedikit trauma dengan tradegi pencopetan di bis yang berlangsung tepat di depanku dan aku tak dapat berbuat apapun. Syukurku teramat penuh kala itu, bukan aku sasarannya. Sumber: google.com Aku menulis ini di sebuah gerbong kereta api Dhoho dengan tujuan stasiun Blitar dari Malang. Tepatnya aku ada di gerbong 4 kursi 10E sekarang. Tahukah? Ini bukan tempat dudukku, seseorang dengan sukarela berbagi tempat duduknya denganku. Aku tak mengetahui namanya, seseorang laki-laki berpakaian batik biru dengan jam tangan hitam. Kurasa dia pegawai kantor. Terima kasih sekali. Sebenarnya aku pun mendapat kursi duduk, di 10 B. Hanya saja deret kursi itu penuh di tempati. Aku sudah bertekad berdiri kala itu dan seseorang memanggilku lantas menyerahkan k...