Postingan

TERUNTUK KAU YANG DATANG DI SAAT PANDANGKU MULAI SURAM

suatu ketika, dunia menamparku untuk membuatku bangkit, katanya ah, dunia tiada lagi menjaga pilar kendalinya tak lagi sudi memberi peneduh kala aku runtuh tak lagi sedia menyangga kala kalah berlaga ah, kita begitu naif
aku tiada berlari, tiada pula membangun kembali nyata duniaku terlalu kosong untuk menjejak, apalagi bersinggah
langit kembali mengumbar terangnya, mengupas elegi tinggal belulang ah, aku ingin berlindung padamu bermandikan rona cerahmu
Kediri, 2018 Tentang diriku, hatiku, dan aku
Erina B. Purwantiningsih // @erinabudi_

Menambal Mental Keropos Mahasiswa

Gambar
“Menjadi mahasiswa adalah menjadi tulang punggung bangsa. Jika keropos, runtuhlah negara.” Erina B. Purwantiningsih
Mahasiswa pada dasarnya adalah kaum intelektual idealis yang “kelahirannya” menjadi tonggak laju kehidupan. Bukan hanya sekedar mengejar ilmu di bangku perkuliahan demi karir cemerlang, namun juga sebagai perombak paradigma masyarakat. Masih sering kita dengar bahwa pendidikan bukanlah hal utama dalam pencapaian ke arah lebih baik dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Mengingat kian terangnya kasus yang didalangi rayap-rayap berdasi dalam merong-rong negeri sendiri. Dan dalangnya tiada lain adalah mantan mahasiswa. Nama ‘mahasiswa’ kembali dipertaruhkan esensinya. Melihat realita mahasiswa yang dipuja sebagai tonggak kemajuan suatu bangsa sampai saat ini masih menjadi pertanyaan bagi masyarakat luas, tidak terlepas dari wilayah Kota Patria, Blitar Raya. Bukankah suatu keharusan bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam kontrol kebijakan yang dibentuk oleh peme…

SEKILAS BATAS PENDIDIKAN DI S1 PGSD UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Gambar
(Artikel ini dipublikasikan oleh intipjurusan.com pada Desember 2017)
Salam dari pelurus generasi penerus! Sebelumnya, perkenalkan nama saya Erina Budi Purwantiningsih. Saya mahasiswi PGSD Universitas Negeri malang angkatan 2015. Seperti ulasan jurusan serta kampus yang ditulis teman-teman sebelumnya, kali ini saya akan sedikit membuka pintu pengetahuan kalian mengenai prodi saya yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Malang. Apa itu prodi PGSD? Bagaimana prospek kedepannya? Serta beberapa bahasan lain yang semoga memberikan bantuan wawasan bagi rekan-rekan yang akan mengambil prodi ini selanjutnya. So, lets open your mind.

Blitar, Jatim: Universitas Negeri Malang adalah sebuah universitas Negeri di kota malang Jawa Timur. Selain memiliki kampus induk yang megah di Jalan Semarang No. 5 atau yang lebih akrab kampus ngarepe matos karena memang berdiri di depan sebuah mall besar di jantung kota Malang, Universitas Negeri Malang juga memiliki kampus peranakan atau kampus c…

Panorama Cinta, Sebuah Catatan Amatan Sosial Erina Budi Purwantiningsih

Gambar
Maret 2017 lalu, Forum Aishiteru Menulis Indonesia atau yang lebih dikenal dengan FAM Indonesia, menggelar gebyar launching 60 buku terbitan FAM Indonesia. Acara yang digelar di perpustakaan daerah Kabupaten Kediri di kota Pare yang dibarengi dengan lomba baca puisi siswa SMP/Mts sederajat se Kabupaten Kediri terbilang cukup meriah. Pembacaan puisi yang menarik dan sangat total oleh para peserta membuat pengunjung bertepuk riuh.
Pelaksanaan launching buku ada di sela-sela pembacaan lomba puisi. Salah satu buku yang diluncurkan adalah Panorama Cinta karya Erina Budi Purwantiningsih (ig: @erinabudi_). Erina adalah mahasiswa PGSD Universitas Negeri Malang tahun 2015. Kecintaannya pada dunia literasi semenjak bangku SMA.

"Panorama Cinta adalah buku tunggal pertama saya. Terima kasih kepada FAM yang telah menerbitkannya. Buku ini terinspirasi dari amatan sosial di sekitar saya tentang cinta dan bagaimana menemukan cinta yang saya gambarkan lewat cerpen dan puisi, bukan pengalaman prib…

Catatan Perjalanan Erina: KA Penataran Pagi Itu

Gambar
Hari ini aku harus kembali menuju patria raya. Tugasku mengisi materi kepenulisan puisi dalam diklat MP3 FIP UM 2017 telah purna. Seperti biasa, daripada memilih naik bis aku lebih condong pada kereta api yang lebih nyaman dan aman, bagiku. Aku sedikit trauma dengan tradegi pencopetan di bis yang berlangsung tepat di depanku dan aku tak dapat berbuat apapun. Syukurku teramat penuh kala itu, bukan aku sasarannya.

Aku menulis ini di sebuah gerbong kereta api Dhoho dengan tujuan stasiun Blitar dari Malang. Tepatnya aku ada di gerbong 4 kursi 10E sekarang. Tahukah? Ini bukan tempat dudukku, seseorang dengan sukarela berbagi tempat duduknya denganku. Aku tak mengetahui namanya, seseorang laki-laki berpakaian batik biru dengan jam tangan hitam. Kurasa dia pegawai kantor. Terima kasih sekali.
Sebenarnya aku pun mendapat kursi duduk, di 10 B. Hanya saja deret kursi itu penuh di tempati. Aku sudah bertekad berdiri kala itu dan seseorang memanggilku lantas menyerahkan kursinya. Dia akhirnya dud…

Aku tak akan lusuh, kau tahu?

Gambar
Sudah lama aku tak menandangkan penaku pada secarik kertas. Mengapa? Kurasa aku terlampau bahagia untuk menyambut elok hariku dibanding menuangkan keluhku yang tak sanggup kuucap. Dan akhirnya, aku kembali menuangkan ceritaku.
Aku tengah bersambut dengan purnama merah. Awan tipis tampak berjalan melewatinya, pelan. Seolah mengabarkan bahwa dalam hidup tiada perlu mengungkap gundah. Waktu yang akan usaikan, melajulah saja.
Benar. Hari ini purnama ke 10 di tahun ini. Aku duduk pada dipan bambu yang tadi siang baru di letakkan ayahku di sana. Seorang diri. Menyesap kopi manis sambil menuliskan catatan kecil untuk perkuliahan esok lusa. Isinya sederhana saja, tentang poin presentasiku pada mata kuliah Metodologi Penelitian. Jujur saja, pembelajaran itu acapkali membuatku menguap saat di kelas. Seolah imajinasi menulisku dikekang kuat dengan aturan-aturan penulisan penelitian. Aku kehilangan bebas.
Sudahlah. Aku awalnya ingin menceritakan pasal temanku. Terserah kau ingin menyebutnya siapa…

Sebuah Kisah (3): Terus Berdiri

Setiap orang berhak mengungkapkan "kelemahannya" saat ia merasa dayanya habis. Kurang lebih aku menyetujui pernyataan itu. Aku bukan ingin menunjukkan kelemahanku, tunggu, tidak ada manusia yang ingin diketahui kelemahannya, tidak satupun. Namun, ada kalanya ia ingin orang lain tahu bahwa menanggung sendiri itu teramat berat adanya dan ia pun berhak berujar, "temani dan bantu aku." Sekalipun ia berkata nyalang di dalam hatinya, untuk dirinya sendiri.
Kuharap ada angin segar yang membisikkan padaku bahwa menjadi terbuka tehadap dunia adalah cara hidup bahagia. Kuharap aku percaya bahwa tak perlu memikul berat menjuntai dan berusaha mengurainya sendiri. Aku butuh melepas lelah, aku butuh duduk, dan aku butuh... bersandar.
Maka yang perlu kulakukan adalah meletakkan penak di penopang yang kokoh, yang sanggup menahanku dan menjaga tegakku. Kuharap alat topangku sekokoh karang, ia tak elak mengaduh walau badai memburu. Kuharap alat topangku adalah langit, yang sudi hidu…